PPKM Level 3 diterapkan di Kabupaten Banyuasin

PANGKALAN BALAI, BANYUASIN-Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Banyuasin diterapkan mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 mendatang. Bupati Banyuasin, Askolani.,SH., MH mengatakan, keputusan tersebut diambil melalui rapat bersama Forkopimda.

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan,”“Jika Palembang melakukan PPKM ini maka Banyuasin sebagai penyangga juga harus menerapkan yang hampir mirip. Karena kita yang akan mendapatkan tumpahan dari Palembang yang penularannya semakin tinggi jika interaksi tidak bisa dibatasi,”,(28/07)

Adapun beberapa kebijakan dalam pemberlakukan PPKM level tiga ini, yakni semua proses pembelajaran baik tingkat SD/MI, SMP/Mts, SMA/SMK/MA, pergruan tinggi dilakukan secara daring atau online.

Kegiatan perkantoran dilakukan dengan 75 persen work from home (WFH), dan 25 persen work from office (WFO).

“Terkait WFH, khusus ASN Pemda Banyuasin kami pertegas bukan liburan tapi bekerja dari rumah. Untuk mengantisipasi hal ini semua ASN yang WFH wajib shareloc di jam yang telah ditentukan atau 4 kali dalam sehari,” tegas Askolani .

Pada pengaturan jam operasional toko-toko sembako untuk skala menengah, dibatasi hanya sampai pukul 5 sore. Termasuk untuk minimarket.

Toko kelontong skala menengah bawah beroperasi sampai dengan pukul 10 malam. Adapun untuk warung, kafe, warung kopi, pedagang kaki lima, restoran dan sejenisnya, dibatasi operasionalnya sampai pukul 7 malam.

Bagi rumah makan maupun restoran, kapasitas dibatasi hanya 25 persen bagi pelanggan yang akan makan di tempat. Sedangkan, untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sampai dengan pukul 10 malam.

Sementara, tempat ibadah juga tetap dibuka dengan kapasitas maksimal 25 persen. Begitu pula dengan kegiatan resepsi hajatan kemasyarakatan juga terbatas hanya 25 persen dan tidak prasmanan.

Pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan ditutup untuk sementara waktu.

Pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring (lokasi rapat/seminar/pertemuan ditempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan), juga tidak diperbolehkan selama masa PPKM.

Untuk kegiatan olahraga/pertandingan olahraga dapat dilaksanakan sepanjang tidak melibatkan penonton atau supporter dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Untuk kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) paling banyak 25% (dua puluh lima persen) dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan ditempat.

Untuk transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% (tujuh puluh persen). Dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;

Mereka juga diwajibkan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dengan ketentuan

“Selain pengaturan PPKM, agar Camat/Kades/Lurah mengintensifkan disiplin protokol kesehatan dan upaya penanganan kesehatan (membagikan masker dan menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan dan mengurangi mobilitas),” tutupnya.

Sumber  : swarnanews.co.id

Editor     : Jerrialphad

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*